Lesson Study (esensi, urgensi dan implementasi)


LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
LESSON STUDY

oleh:
Slamet Trihartanto,
Widyaiswara LPMP Jateng

Diedit seperlunya oleh:
Sumantomantos
Sd warureja 01

A. Pengertian Lesson Study
Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community.
Lesson study bukan suatu metode pembelajaaraan atau suatu strategi pembelajaran tetapi dalam lesson study dapat memilih dan menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran atau materi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, atau permasalahan pembelajaran yang dihadapi guru.
Lesson study merupakan suatu kegiatan pembelajaran dari sejumlah guru dan pakar pembelajaran yang mencakup 3 (tiga) tahap kegiatan, yaitu:
perencanaan (plan),
implementasi pembelajaran (do) dan
observasi serta refleksi pembelajaran (see) terhadaap perencanaan dan implementasi pembelajaran tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.
Alur dari tiga tahapan kegiaan itu dapat dilihat seperti pada gambar 1 berikut ini.

1. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah yang ada di kelas yang akan digunakan untuk kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahannya.
Identifikasi masalah dalam rangka kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahan masalah tersebut berkaitan dengan pokok bahasan (materi pelajaran) yang relevan dengan kelas dan jadwal pelajaran, karakteristik siswa dan suasana kelas, metode/pendekatan pembelajaran, media, alat peraga, dan evaluasi proses dan hasil belajar.
Dari hasil identifikasi tersebut didiskusikan (dalam kelompok lesson study) tentang pemilihan materi pembelajaran, pemilihan metode dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta jenis evaluasi yang akan digunakan.
Pada saat diskusi, akan muncul pendapat dan sumbang saran dari para guru dan pakar dalam kelompok tersebut untuk menetapkan pilihan yang akan diterapkan.
Pada tahap ini, pakar dapat mengemukakan hal-hal penting/baru yang perlu diketahui dan diterapkan oleh para guru, seperti pendekatan pembelajaran konstruktif, pendekatan pembelajaran yang memandirikan belajar siswa, pembelajaran kontekstual (CTL), pengembangan life skill, Realistic Mathematics Education, PAKEM, pemutakhiran materi ajar, atau lainnya yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan tersebut.

Hal yang penting pula untuk didiskusikan adalah penyusunan lembar observasi, terutama penentuan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran dan indikator-indikatornya, yang dilihat dari segi tingkah laku belajar siswa. Aspek-aspek proses pembelajaran dan indikator-indikator itu disusun berdasarkan perangkat pembelajaran yang dibuat serta kompetensi dasar yang ditetapkan untuk dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran.
Dari hasil identifikasi masalah dan diskusi perencanaan pemecahannya, selanjutnya disusun perangkat pembelajaran yang terdiri atas:
a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
b. Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
c. Media atau alat peraga pembelajaran
d. Instrumen penilaian proses dan hasil pembelajaran
e. Lembar observasi pembelajaran

Perangkat pembelajaran ini dapat disusun oleh seorang guru atau beberapa orang guru atas dasar kesepakatan tentang aspek-aspek pembelajaran yang direncanakan sebagai hasil dari diskusi. Perangkat pembelajaran yang telah disusun perlu dikonsultasikan/diseminarkan dengan para guru dan pakar dalam kelompoknya untuk disempurnakan.
Perencanaan itu dapat juga diatur sebaliknya, yaitu seorang atau beberapa orang guru yang ditunjuk dalam kelompok untuk mengidentifikasi permasalahan dan membuat perencanaan pemecahannya yang berupa perangkat-perangkat pembelajaran untuk suatu pokok bahasan dalam suatu mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam kelompok.
Selanjutnya, hasil identifikasi masalah dan perangkat pembelajaran tersebut didiskusikan untuk disempurnakan.

2. Tahap Implementasi dan Observasi
Pada tahap ini seorang guru yang telah ditunjuk oleh kelompoknya mengimplementasikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di kelas.
Pakar dan guru lain melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan dan perangkat lain yang diperlukan.
Para observer ini mencatat hal-hal positif dan negatif dalam proses pembelajaran, khususnya tentang tingkah laku/belajar siswa. Selain itu dilakukan rekaman video (audio visual) yang mengclose-up kejadian-kejadian khusus kepada siswa atau kelompok siswa selama pelaksaan pembelajaran

Pada saat observasi, observer disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:
a. Mencatat komentar atau diskusi yang dilakukan siswa dan menuliskan nama atau posisi tempat duduk siswa.
b. Membuat catatan tentang situasi ketika siswa melakukan kerjasama atau memilih untuk tidak melakukan kerjasama.
c. Mencari contoh-contoh terjadinya proses konstruksi pemahaman melalui diskusi dan aktivitas belajar yang dilakukan siswa.
d. Mencatat variasi metode penyelesaian masalah dari siswa secara individual atau kelompok, termasuk strategi penyelesaian yang salah.

Selain mencatat beberapa hal penting mengenai aktivitas belajar siswa, seorang observer selama melakukan pengamatan perlu mempertimbangkan atau berpedoman pada sejumlah pertanyaan berikut:

a. Apakah tujuan pembelajaran sudah jelas? Apakah aktivitas yang dikembangkan berkontribusi secara efektif pada pencapaian tujuan tersebut?
b. Apakah langkah-langkah pembelajaran yang dikembangkan berkaitan satu dengan lainnya? Apakah hal tersebut mendukung pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari?
c. Apakah hand-out atau teaching material yang digunakan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan?
d. Apakah diskusi kelas yang dilakukan membantu pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari?
e. Apakah materi ajar yang dikembangkan guru sesuai dengan tingkat kemampuan siswa?
f. Apakah siswa menggunakan pengetahuan awalnya atau pengetahuan sebelumnya untuk memahami konsep baru yang dipelajari?
g. Apakah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat mendorong dan memfasilitasi cara berpikir siswa?
h. Apakah gagasan siswa dihargai dan dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari?
i. Apakah kesimpulan akhir yang diajukan didasarkan pada pendapat siswa?
j. Apakah kesimpulan yang diajukan sesuai dengan tujuan pembelajaran?
k. Bagaimana guru memberi penguatan kepada siswa selama pembelajaran berlangsung?

3. Tahap Refleksi
Pada tahap ini, guru yang mengimplementasikan rencana pelaksaan pembelajaran diberi kesempatan untuk menyatakan kesan-kesannya selama melaksanakan pembelajaran, baik terhadap dirinya maupun terhadap siswa.
Selanjutnya observer (guru lain dan pakar) menyampaikan hasil analisis dan observasinya, terutama yang menyangkut kegiatan siswa selama kegiatan pembelajaran yang disertai dengan pemutaran video hasil rekaman pembelajaran.
Terakhir, guru yang melakukan implementasi tersebut memberikan tanggapan baik atas komentar para observer.
Hal yang penting pula dalam kegiatan refleksi ini adalah mempertimbangkan kembali rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun sebagai dasar untuk perbaikan rencana pelaksanaan pembelajaran berikutnya.
Apakah rencana pelaksanaan pembelajaran tersebut telah sesuai dan dapat meningkatkan performance keaktifan belajar siswa?
Jika belum ada kesesuaian, hal-hal apa saja yang belum sesuai, metode pembelajarannya, materi dalam LKS, media atau alat peraga, atau lainnya? Pertimbangan-pertimbangan ini selanjutnya digunakan untuk perbaikan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk kelas lain oleh guru dalam kelompok tersebut atau untuk perencanaan pelaksanaan pembelajaran pada siklus berikutnya.

B. Manfaat Lesson Study
Seperti dikemukakan di atas, lesson study merupakan suatu model peningkatan kualitas keprofesionalan guru melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif.
Hal ini berarti lesson study merupakan suatu kegiatan kelompok guru yang berkeinginan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang diselenggarakannya.
Jadi, lesson study merupakan kegiatan dari guru dan untuk guru, agar tugas kewajiban pembelajarannya meningkat kualitasnya.
Prinsip dari kegiatan ini adalah bahwa yang mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dan pemecahannya hanyalah guru, dan bukan orang/pihak lain.

Lesson study dipilih dan diimplementasikan, sekurang-kurangnya ada dua alasan, yaitu:

Pertama, lesson study merupakan suatu cara efektif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas belajar siswa.

Hal ini karena
(1) pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada hasil “sharing” pengetahuan profesional yang berlandaskan pada praktik dan hasil pembelajaran yang dilakasanakan para guru,
(2) penekanan yang mendasar dari lesson study adalah agar para siswa memiliki kualitas belajar yang tinggi,
(3) tujuan pembelajaran dijadikan fokus dan titik perhatian utama dalam pembelajaran di kelas,
(4) berdasarkan pengalaman riil di kelas, lesson study mampu menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran, dan
(5) lesson study menempatkan para guru sebagai peneliti pembelajaran.

Kedua, lesson study yang didesain dengan baik akan menghasilkan guru yang profesional dan inovatif.

Dengan melaksanakan lesson study para guru dapat
(1) menentukan tujuan pembelajaran yang cocok dengan kebutuhan siswa beserta satuan (unit) pelajaran dan materi pelajaran yang diperlukan;
(2) mengkaji dan meningkatkan pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa;
(3) memperdalam pengetahuan tentang materi pelajaran yang disajikan para guru;
(4) menentukan tujuan jangka panjang yang akan dicapai para siswa;
(5) merencanakan pelajaran secara kolaboratif;
(6) mengkaji secara teliti proses pembelajaran dan perilaku siswa;
(7) mengembangkan pengetahuan pembelajaran yang andal, dan
(8) melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilaksanakannya berdasarkan perkembangan siswa dan kolega guru.

Lesson study memiliki beberapa manfaat, antara lain:

1. Mengurangi keterasingan guru (dari komunitasnya) dalam perencanaan, pelaksanaan pembelajaran dan perbaikannya.
2. Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya.
3. Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan dan urutannya.
4. Membantu guru dalam peningkatan yang memfokuskan pada seluruh aktivitas belajar siswa.
5. Meningkatkan kolaborasi antar sesama guru dalam pembelajaran.
6. Meningkatkan mutu guru dan mutu pembelajaran yang pada gilirannya berakibat pada peningkatan mutu lulusan (siswa).
7. Memberi kesempatan kepada guru untuk membuat bermakna ide-ide pendidikan dalam praktik pembelajarannya sehingga dapat mengubah perspektif tentang pembelajaran, dan belajar praktik pembelajaran dari perspektif siswa.
8. Mempermudah guru berkonsultasi kepada pakar dalam hal pembelajaran atau kesulitan materi pembelajaran.
9. Memperbaiki praktek pembelajaran di kelas.
10. Meningkatkan keterampilan menulis karya tulis ilmiah atau buku ajar.

Alasan yuridis pelaksaan lesson study adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, yaitu: Pasal 20: Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:
a. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Pasal 32:
1) Pembinaan dan pengembangan guru meliputi pembinaan dan pengembangan profesi dan karier.
2) Pembinaan dan pengembangan profesi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

Pasal 34:
1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu:
Pasal 19:
1) Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
3) Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

C. Pelaksanaan Lesson Study
Ada enam tahapan dalam mengimplementasikan lesson study di sekolah.

Tahap 1: Membentuk kelompok lesson study, yaitu:
(1) merekrut anggota kelompok
(2) menyusun komitmen bersama, menyusun jadwal pertemuan, dan menyepakati aturan kelompok.

Tahap 2: Memfokuskan lesson study, yaitu: penentuan tema lesson study, dalam hal ini perlu diperhatikan:
(1) Bagaimana kualitas aktual para siswa saat sekarang?
(2) Apa kualitas ideal para siswa yang diinginkan di masa mendatang?
(3) Adakah kesenjangan antara kualitas ideal dan kualitas aktual para siswa yang menjadi sasaran lesson study? Kesenjangan inilah yang dapat diangkat menjadi tema lesson study.

Tahap 3: Merencanakan pembelajaran.
Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat membantu/memandu dalam penyusunan rencana pembelajaran.
a. Apa yang saat ini dipahami oleh siswa tentang topik itu?
b. Kompetensi apa yang diharapkan dimiliki siswa pada akhir pembelajaran?
c. Rentetan pertanyaan dan pengalaman apa yang akan mendorong siswa berpindah dari pemahaman awal menuju pemahaman yang diinginkan?
d. Bagaimana siswa akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut? Apa masalah dan miskonsepsi yang akan muncul? Bagaimana guru akan menggunakan ide dan miskonsepsi untuk meningkatkan pembelajaran tersebut?
e. Apa yang akan membuat pelajaran ini mampu memotivasi dan bermakna bagi siswa?
f. Catatan/data apa yang perlu dibuat oleh observer tentang bagaimana siswa belajar, motivasi belajarnya, dan perilaku siswa selama pembelajaran berlangsung?

Tahap 4: Melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengamatinya (observasi).
a. Guru yang ditunjuk mengimplementasikan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disepakati
b. Guru lain dan pakar sebagai observer. Observer mengambil tempat sedemikian hingga dapat leluasa mengamati jalannya proses pembelajaran tanpa mengganggu aktivitas dan konsentrasi siswa. Observer tidak diperkenankan melakukan intervensi pada pembelajaran, seperti menegur guru, membantu atau bertanya kepada siswa. Fokus observasi pada aktivitas belajar siswa, baik secara individu maupun kelompok.
c. Dokumentasi proses pembelajaran.

Tahap 5: Mendiskusikan dan menganalisis pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Pada tahap ini, seorang guru senior (fasilitator), atau Kepala Sekolah sebagai moderator yang memimpin jalannya diskusi. Acara diskusi sebagai berikut:
a. Refleksi dari guru pelaksana pembelajaran.
b. Masukan dari observer/pengamat yang didasarkan atas hasil pengamatan, bukan berdasarkan pada teori.
c. Tanggapan balik dari guru pelaksana atas komentar/masukan dari observer.
d. Tanggapan dan saran dari ahli/pakar.

Tahap 6: Merefleksikan pembelajaran dan merencanakan tahap selanjutnya.
Pertanyaan-pertanyaan berikut membantu kita dalam melakukan refleksi terhadap pelaksanaan lesson study maupun memikirkan langkah yang akan dilakukan berikutnya.
a. Apa yang berguna atau nilai tambah apa tentang pelaksanaan lesson study yang telah dikerjakan bersama?
b. Apakah lesson study merupakan suatu cara untuk meningkatkan kualitas praktik pembelajaran sehari-hari?
c. Apakah lesson study membantu mengembangkan pengetahuan kita tentang materi pelajaran serta pengetahuan tentang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa?
d. Apakah pelaksanaan lesson study menarik bagi kita dalam meningkatkan keprofesionalan guru?
e. Apakah pelaksanaan lesson study yang dilakukan secara kolaboratif/bersama-sama merupakan suatu kerja yang produktif?
f. Sudahkah kita membuat kemajuan pembelajaran melalui pelaksanaan lesson study?
g. Apakah semua anggota kelompok merasa terlibat dan berguna?
h. Apakah pihak yang bukan peserta kelompok memperoleh informasi atau manfaat dari hasil pelaksanaan kegiatan lesson study kita?

Daftar Pustaka

a. Hendayana, Sumar,dkk. 2006. Lesson Study (Suatu Strategi Untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidik. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

b. Tim Lesson Study.2007.
Rambu-rambu Pelaksanaan Lesson Study.Yogyakarta: Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta

c. Pengalaman langsung editor waktu mengikuti lesson study di sd bandung kodya tegal (bersama agung riyadi, imam susmoro, sunarto dan para peserta training of trainer lpmp jateng periode 2009-2010 sewilayah brebes dan tegal )

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: