MAKALAH INOVASI PEMBELAJARAN GURU PRESTASI SEKOLAH DASAR KABUPATEN TEGAL TAHUN 2017 “PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER PADA PEMBELAJARAN RANGKAIAN LISTRIK MATA PELAJARAN IPA KELAS VI SEMESTER II SEKOLAH DASAR”


MAKALAH INOVASI PEMBELAJARAN
GURU PRESTASI SEKOLAH DASAR
KABUPATEN TEGAL TAHUN 2017

PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER
PADA PEMBELAJARAN RANGKAIAN LISTRIK
MATA PELAJARAN IPA KELAS VI SEMESTER II SEKOLAH DASAR

Disusun Oleh
NAMA : SUMANTO, S.Pd
NIP : 197503111999031006

SEKOLAH DASAR NEGERI WARUREJA 01
UPTD DIKPORA KECAMATAN WARUREJA
KABUPATEN TEGAL
TAHUN 2017

PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER PADA PEMBELAJARAN RANGKAIAN LISTRIK

BAB I
PENDAHULUAN

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan tekhnologi saat ini menuntut peningkatan kompetensi yang optimal pada semua lini profesi. Generasi muda zaman sekarang akan menghadapi tantangan yang berbeda di masa mendatang. Guru-guru sebagai stickholder dunia pendidikan dituntut untuk melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Inovasi kegiatan belajar mengajar mutlak diperlukan untuk mengurangi verbalisme dan ketidakbermaknaan hasil belajar.
Banyak sekali cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan hasil belajar, antara lain : penggunaan berbagai metode, pendekatan, dan penggunaan media yang bersumber dari alam sekitar, membeli dalam bentuk jadi, maupun merakit sendiri. Semua tadi mempunyai banyak keunggulan dan kelemahan masing-masing. Salah satu kekurangan dari media pembelajaran yang bersifat benda nyata adalah proses pengadaannya memerlukan biaya yang relative besar. Hal ini tentu saja sangat memberatkan bagi sekolah yang mempunyai sumber dana yang terbatas. Belum lagi masalah penyimpanan pasca penggunaan yang memerlukan tempat dan perawatan khusus. Kadang-kadang media pembelajaran yang dibuat tahun ini tidak bias digunakan lagi untuk tahun depan, karena sudah mengalami kerusakan selama proses penyimpanan.
Salah satu bentuk inovasi dalam kegiatan belajar mengajar yang bisa dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan / membuat media pembelajaran berbasis computer. Pembuatan dan penggunaan media berbasis computer perlu disesuaikan dengan materi / kompetensi dasar, kemampuan guru, ketersediaan sarana dan prasarana penunjang, serta kemampuan peserta didik.

BAB II
PROSES PEMBUATAN FILE/APLIKASI PEMBELAJARAN PRESENTASI PADA MATERI RANGKAIAN LISTRIK
Disamping dapat diperoleh dari cara mendownload / mengunduh hasil karya pihak lain, ada baiknya jika setiap guru mampu membuat file/aplikasi sederhana untuk bisa ditampilkan. Hal ini selain untuk mengasah kreatifitas guru dan menghindari plagiat, juga berfungsi agar guru dapat menyajikan materi presentasi sesuai keadaan murid. Alat dan bahan yang dipergunakan oleh penulis untuk membuat file/aplikasi ini adalah hanya satu set computer / laptop yang sudah terinstall os windows xp / 7 /vista dan aplikasi ms office full 2003/2007/2010 . Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi, boleh juga ditambah aplikasi photoshop dan photoscape.
Langkah – langkah dasar proses pembuatan file/aplikasi ini antara lain :
1. Menggambar dengan aplikasi PAINT yang pasti tersedia pada computer ber os windows. (klik all program > accessories>paint). Jika mengalami kesulitan, bisa digantikan dengan cara menggambar pada kertas A4, lalu di scan. Boleh juga menggambar di tablet 7”.
2. Gandakan file hasil gambar tersebut sesuai kebutuhan.
3. Jika ingin hasilnya lebih bagus, hasil gambar tersebut di edit menggunakan aplikasi photoshop.
4. Jika ingin mendapatkan efek bergerak / animasi, maka gambar tersebut di edit menggunakan aplikasi photoscape >animasi gif.
5. Hasil editan tersebut di masukkan ke ms office power point presentation, save as power point show.

Alat dan bahan yang diperlukan untuk menampilkan file / aplikasi ini antara lain:
1. Satu set computer / laptop, diutamakan dengan spesifikasi minimal Hard Disk 40 GB, RAM 1 GB, Processor 1,6 GHz, (atau yang sepadan ) OS Windows XP / Vista / 7, Software MS Office 2003/2007 dan gifview .
2. Satu set LCD Proyektor (Jika ingin ditampilkan secara klasikal)
Langkah-langkah / Cara menampilkan aplikasi / file :
1. Hidupkan computer / laptop.
2. All program >Micosoft Office>Microsoft Office PowerPoint>Open>cari nam file yang dituju atau menggunakan fasilitas search.
3. Setelah ketemu nama file yang dituju, double klik kiri atau klik kanan open / open with.
4. Setelah terbuka, klik slide show di bagian bawah.

Kelebihan file / aplikasi ini dari sudut pembuatan antara lain :
1. Dapat dibuat dan ditampilkan oleh computer dengan spesifikasi low end.
2. Pada tingkat dasar, hanya memerlukan aplikasi PAINT dan MS OFFICE, sehingga bisa dibuat oleh 99,99 % guru SD yang mempunyai kemauan.
3. Ukuran file relative kecil, sehingga mudah di save dan di share.

Keunggulan file / aplikasi ini bagi siswa antara lain :
1. Dapat dilihat berkali kali denga cara menyimpannya.
2. Dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh siswa.
3. Dapat menanamkan konsep yang benar.
4. Dapat membangkitkan keingintahuan dan minat baru.
5. Dapat meningkatkan daya tarik dan rasa senang siswa.
6. Prose KBM lebih interaktif.

BAB III
PENUTUP
Berdasarkan uraian yang telah kami kemukakan sebelumnya, maka dapat kami simpulkan bahwa untuk meningkatkan kualitas hasil belajar mengajar maka sangat diperlukan inovasi pembelajaran dengan cara antara lain penggunaan media berbasis computer. Hal ini tentu saja memunculkan berbagai implikasi antara lain :
1. Pihak sekolah hendaknya mulai menyediakan fasilitas pendukung berupa seperangkat media presentasi ( LCD Proyektor, sound system, ruangan yang representative,dan lain-lain)
2. Pihak sekolah hendaknya tidak terlalu banyak membebani guru dengan tugas yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran, agar guru lebih konsentrasi dalam pembuatan media pembelajaran.
3. Guru hendaknya banyak belajar tentang media pembelajaran , terutama terutama yang berbasis media computer.
4. Guru wajib memiliki dan mahir mengoperasikan computer.
5. Pemerintah hendaknya memberi kemudahan akses / menggratiskan aplikasi pembuatan media berbasis computer.

Makalah ini disampaikan oleh SUMANTO pada kegiatan seleksi guru sekolah dasar berprestasi tingkat Kabupaten Tegal tanggal Mei 2017.

Tujuh Pendidikan Ikatan Dinas Buka Pendaftaran


ikatan dinas

JAKARTA – Kabar gembira bagi putra-putri terbaik lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU) sederajat. Tahun 2016 ini, pemerintah membuka kesempatan kepada mereka untuk mengikuti seleksi menjadi siswa/taruna pada Kementerian/Lembaga yang mempunyai Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas (LPID).

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji mengungkapkan, ada tujuh LPID yang membuka kesempatan 5.940 kursi calon siswa. Ketujuh LPID dimaksud adalah Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, yang membuka kesempatan untuk 3.650 siswa.

Adapun LPID lainnya adalah Istitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan 900 kursi, Sekolah Tinmggi Ilmu Statistik (STIS) yang membuka 500 kursi,  Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang mencari 300 calon siswa/taruna, 260 calon taruna Akademi Imigrasi (AIM) dan Poltekip, 250 orang untuk Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG), dan sebanyak 80 orang untuk Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN).

Atmaji lebih lanjut menjelaskan, bagi warga masyarakat yang bermaksud melakukan pendaftara dapat melakukan pendaftaran secara online melalui portal panseldikdin.menpan.go.id sesuai dengan jadwal. Informasi lengkap terkait dengan pendaftaran dapat diakses di portal masing-masing Kementerian/Lembaga Pendidikan Kedinasan yang akan dibuka mulai tanggal 15 Maret s/d 27 Mei 2016.

Dengan sistem pendaftaran terpadu ini, maka tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan dengan kewajiban menyediakan uang dalam jumlah tertentu.

Ditambahkan, peserta hanya boleh mendaftar di salah satu dari 7 (tujuh) Kementerian/Lembaga Pendidikan Kedinasan. “Apabila mendaftar di dua atau lebih Lembaga Pendidikan, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur,”  ujarnya di Jakarta, Senin (14/03).

Menurut Atmaji, peserta dapat mengikuti pendidikan apabila telah dinyatakan lulus keseluruhan tahapan seleksi.

Untuk pengangkatan menjadi CPNS,  dilakukan setelah dinyatakan lulus serta memperoleh ijazah dari Lembaga Pendidikan yang bersangkutan dan ditempatkan pada jabatan tertentu berdasarkan usulan dari Kementerian/Lembaga yang bersangkutan dan Pemerintah Daerah (yang melakukan pola pembibitan bagi lulusan STTD) berdasarkan formasi yang ditetapkan oleh Menteri PANRB. “Jadi, meskipun sudah diterima di lembaga  pendidikan ikatan dinas tersebut, tidak otomatis diangkat menjadi CPNS,” pungkas Atmaji.  (ags/HUMAS MENPANRB)

Daftar  Ketujuh LPID  yang membuka  pendaftaran sebagai berikut  :

Kementerian Keuangan (PKN STAN) sebanyak 3.650 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 21 Maret s/d 3 April 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 20 s/d 24 Juni 2016);

  1.  Kementerian Dalam Negeri (IPDN) sebanyak 900 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 29 Maret s/d 19 April 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 9 s/d 13 Mei 2016);
  2.  Kementerian Perhubungan (STTD) sebanyak 300 siswa pola pembibitan (pendaftaran dibuka dari tanggal 4 April s/d 27 Mei 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 9 s/d 10 Agustus 2016);
  3. Kementerian Hukum dan HAM (AIM dan POLTEKIP) sebanyak 260 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 21 Maret s/d 4 Mei 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 30 Mei s/d 3 Juni 2016);
  4.  Badan Pusat Statistik (STIS) sebanyak 500 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Maret s/d 30 April 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 19 s/d 22 Juli 2016);
  5.  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) sebanyak 250 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 21 Maret s/d 22 April 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 11 Mei s/d Selesai);
  6.  Lembaga Sandi Negara (STSN) sebanyak 80 siswa (pendaftaran dibuka dari tanggal 15 s/d 30 Maret 2016, pelaksanaan TKD dari tanggal 15 s/d 22 April 2016).

 

untuk melihat sumber resmi, silakan klik disini

KALENDER PENDIDIKAN 2015-2016 JAWA TENGAH


KALENDER PENDIDIKAN 2015-2016 JAWA TENGAH

Bagi yang ingin download KALENDER PENDIDIKAN 2015-2016 JAWA TENGAH , silakan klik link / tautan berwarna biru muda dibawah ini.

gambar preview  kaldik 2015-2016

gambar preview kaldik 2015-2016

Lampiran SKKadinas-KALDIK-EDISI PERUBAHAN

Lampiran SKKadinas-KALDIK-Rekaphariefektif-EDISI PERUBAHAN

Narasi-SKKadinas-KALDIK-EDISI PERUBAHAN

Narasi-SKKadinas-PPDB-EDISI PERUBAHAN

Narasi-SKKadinas-KALDIK-EDISI PERUBAHAN

Narasi-SKKadinas-PPDB-EDISI PERUBAHAN

Sumantomantos Tanpa Spasi

Buat Lencana Anda

LATIHAN SOAL UJIAN SEKOLAH SD MAPEL IPA 2014


GAMBAR PREVIEW

GAMBAR PREVIEW

Naskah ujian sekolah ini sudah dijadikan bahan try out pada sd se kecamatan warureja pada tanggal 19 maret 2014. Meski kualitasnya tidak bagus-bagus amat, tapi kami berharap semoga latihan soal ini membawa kemanfaatan bagi kita semua amien.

latihan us ipa 2014 warureja

BENARKAH GURU SD YANG BELUM BER IJAZAH S1 PGSD WAJIB KULIAH S1 LAGI AGAR MENDAPATKAN TUNJANGAN ?


BENARKAH GURU SD YANG BELUM BER IJAZAH S1 PGSD WAJIB KULIAH S1 LAGI AGAR MENDAPATKAN TUNJANGAN ? MOHON BACA DULU PERMENDIKBUD NO 62 TAHUN 2013 SECARA CERMAT

SALINAN

PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 62 TAHUN 2013
TENTANG

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN
DALAM RANGKA PENATAAN DAN PEMERATAAN GURU

……….

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri yang dimaksud dengan:

1. Guru dalam jabatan adalah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik yang
dipindahkan untuk mengajar mata pelajaran lain atau guru kelas yang tidak sesuai
dengan sertifikat pendidiknya.

2. Sertifikasi guru dalam jabatan adalah proses pemberian sertifikat pendidik yang
kedua bagi guru dalam jabatan.
3. Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang selanjutnya disebut LPTK
adalah Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk pelaksanaan proses sertifikasi.
4. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru adalah proses pelatihan guru bagi guru dalam
jabatan untuk memperoleh sertifikat nasional sesuai dengan tugas atau yang
diampu sebagai guru mata pelajaran atau guru kelas.
5. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru.
6. Tunjangan profesi guru adalah tunjangan yang diberikan kepada guru sesuai
dengan sertifikat profesinya dan pemenuhan beban jam mengajar.
BAB II
PEMINDAHAN GURU DALAM JABATAN

Pasal 2

(1) Guru dalam jabatan dapat dipindahkan antarsatuan pendidikan, antarjenjang, dan
antarjenis pendidikan, antarkabupaten/kota atau antarprovinsi.
(2) Pemindahan guru sebagaimana dimaksud ayat pada (1) pada bidang tugas yang
baru didasarkan pada latar belakang sertifikasi atau kualifikasi akademik yang
dimilikinya.

(3) Guru yang dipindahkan pada bidang tugas yang sesuai dengan latar belakang
kualifikasi akademik tetapi tidak sesuai dengan latar belakang sertifikat
pendidiknya wajib mengikuti sertifikasi sesuai dengan bidang tugas baru yang
diampunya.

3
Pasal 3

(1) Sertifikasi guru dalam jabatan yang sesuai dengan bidang tugas baru yang
diampunya dilakukan melalui jalur:
a. program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG);
b. Pendidikan Profesi Guru (PPG); atau
c. Program Sarjana Kependidikan dengan Kewenangan Tambahan (SKKT) dari
perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Menteri Pendidikan.
(2) Sertifikasi guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibiayai atas beban
APBN, APBD atau masyarakat.
(3) Mekanisme keikutsertaan sertifikasi guru dalam jabatan yang sesuai dengan
bidang tugas baru yang diampunya disesuaikan dengan pedoman teknis jalur
program sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(4) Sertifikasi guru dalam jabatan yang sesuai dengan bidang tugas baru dilaksanakan
di LPTK yang ditunjuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
BAB III
PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI BAGI GURU
DALAM JABATAN YANG DIPINDAHKAN

Pasal 4

(1) Guru yang memperoleh sertifikat pendidik kedua sesuai dengan bidang tugas baru
yang diampunya hanya berhak memperoleh 1 (satu) tunjangan profesi guru.
(2) Pemberian tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
BAB IV
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 5

(1) Guru dalam jabatan yang dipindahkan pada bidang tugas yang tidak sesuai
dengan sertifikat yang dimiliki tetapi mengampu beban kerja paling sedikit 24 jam
tatap muka per minggu berhak mendapatkan tunjangan profesi untuk selama
jangka waktu 2 (dua) tahun sejak pindah tugas mengajar pada bidang tugas yang
baru.
(2) Tunjangan profesi akan dihentikan pembayarannya jika guru sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) belum memiliki sertifikat pendidik sesuai dengan bidang
tugasnya setelah 2 (dua) tahun sejak pindah tugas mengajar pada bidang tugas
yang baru.

………

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 23 Mei 2013

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN,

TTD.

MUHAMMAD NUH
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 30 Mei 2013
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,

TTD.

AMIR SYAMSUDIN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR 767

Salinan sesuai dengan aslinya.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,

TTD.

Muslikh, S.H
NIP 195809151985031001

FILE ASLI DAPAT DI DOWNLOAD DI BAWAH INI
Permendikbud62-2013SertifikasiGuru

atau bisa juga membaca artikel kompas tertanggal 30 januari 2014 berikut ini

Dari alamat (sekolahdasar.net) yang bertanggal 15 Januari 2014, saya dapati artikel anonim yang berjudul “Guru SD Wajib Berijazah PGSD Agar Dapat TPP”. Artikel itu mengundang banyak komentar pro-kontra dan di-share oleh banyak rekan di group-group terutama “komunitas pendidikan” FB. Dan, sayapun secara “cepat” telah mereaksinya dengan menulis status yang berjudul “Guru Ex SPG, Terancam Sertifikasinya?”. Jempol, komen dan share-pun juga banyak saya dapat. Namun, saya pandang, jawaban saya tersebut perlu saya lengkapi.

Bahwa isi pokok artikel yang bernada “mengagetkan” bagi sebagian guru SD khususnya yang berbasis SPG dan ber-S-1 Kependidikan tapi non-PGSD yang notabene berbiaya sendiri (tidak seperti yang belakangan di-PGSD-kan APBN/APBD), sebenarnya menurut saya merupakan interpretasi subyektif Permendikbud No. 62 Tahun 2013 Tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan dalam rangka Penataan dan Pemerataan Guru.

Oleh artikel tersebut, Permendikbud itu diinterpretasi sebagai berikut: pertama, Kemendikbud mewajibkan guru SD memiliki ijazah PGSD untuk mendapatkan TPP. Kedua, bagi guru SD yang belum memiliki ijazah PGSD harus segera kuliah lagi. Dan, ketiga, guru SD yang berijazah tidak sesuai dengan sertifikat profesinya hanya diberi TPP selama dua tahun.

Meskipun, jikalau terjadi konflik interpretasi terhadap suatu produk hukum kewenangan tafsir syahnya ada pada para fihak yang berwenang saja. Namun dalam konteks ilmiah pada dasarnya adalah hak setiap orang untuk mewacanakannya. Tapi tentu saja harus berkaidah sahih.

Bahwa, setiap produk hukum harus dibaca secara kaffah (tuntas), tidak dipotong-potong sesuai selera saja. Sedari konsideran yang notabene mencerminkan tujuan dan latar belakang (asbabunnuzul) serta dasar hukum dari produk hukum itu dilahirkan. Kemudian, ketentuan umumnya, lalu pasal demi pasalnya yang saling terkait dalam satu kesatuan konstruksi, hingga mungkin ada ketentuan peralihan serta ketentuan penutup dan pengundangannya.

Saya, melihat jelas, bahwa penginterpretasian tersebut dilakukan secara parsial sehingga menghasilkan konsklusi yang tidak sahih. Dalam hal ini saya teringat betapa “jahatnya’ pemarsialan tafsir suatu hukum dalam al-Qur’an, bahwa “fawailullilmusollin” (celakalah bagi orang yang sholat). Padahal penuntasan interpretasi yang benar seharusnya adalah “fawailullilmoshollinaladzina ansholatihim sahun” celakalah orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya. Pun, penafsiran parsial itu, karena dipotong-potong juga keliru fatal.

Kontra Tafsir

Dengan tidak mengacu pada pola tafsir artikel itu, pada dasarnya saya mengajak pembaca terutama yang berkepentingan, untuk membaca secara utuh Permendikbud tersebut.

Ada 6 hal yang perlu dicatat. Pertama. Mengapa Permendikbud itu dilahirkan, adalah karena pemerintah daerah telah melakukan pemindahan guru-guru yang memiliki sertifikat pendidik dengan menugaskan menjadi guru pada satuan pendidikan lain yang berdampak kepada terjadinya ketidaksesuaian sertifikat yang dimiliki dengan bidang tugas yang diampu (Konsideran menimbang (a)). Garis bawah: kompasnya (patokannya) adalah sertifikat, sementara yang dituntun adalah bidang tugas. Tidak ijazah.

Kedua. Apa tujuan dari Permen ini? Bahwa, guru wajib mengampu bidang tugasnya sesuai dengan sertifikat yang dimilikinya (Konsideran mengingat (b)). Lagi, kompasnya adalah sertifikat, sementara yang dituntun adalah bidang tugas. Tidak ijazah.

Sebagai bahan awal analisa, perlu kiranya diingatkan kembali, apa yang dimaksud dengan sertifikat, bidang tugas dan Ijazah —sebagaimana menjadi sebagian fokus tafsir artikel itu.

Sertifikat dalam konteks Permendikbud tersebut yang berkonsiderans (mengingat) atau merujuk pada UU No. 14/2005 adalah sertifikat pendidik, yakni bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional .

Sementara itu yang dimaksud dengan bidang tugas adalah sebagai guru bidang studi tertentu atau guru kelas. (Dalam hal ini, lihat Pasal 2 Permendikbud tersebut). Dan, ijazah adalah kualifikasi akademik (Lihat Pasal 1 UU 14/2005).

Ketiga. Siapa sih sebenarnya yang menjadi sasaran Permendikbud ini? Ia-lah Guru Dalam Jabatan (GDJ) (Pasal 1). Siapakah ia? Ia-lah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik yang dipindahkan untuk mengajar mata pelajaran lain atau guru kelas yang tidak sesuai dengan sertifikat pendidiknya.

Jadi, ia bersertifikat, ia dipindah untuk mengajar bidang tugas yang tidak sesuai dengan sertifikat pendidiknya. Ya, sertifikat menjadi kompasnya, bidang tugas menjadi ikutannya. Dan, pengertian GDJ ini menjadi pengunci dalam tafsir setiap kostruk hukum dalam Permen ini. Kalau dipaksakan lepas dari pengertian GDJ yang merupakan subyek hukum sasaran, maka ruh dari Permen ini akan pula terlepas dan mati.

Keempat. Bagaimana “menata” guru yang dimaksud oleh Permen ini? Ayat (1) mengatakan bahwa, Guru Dalam Jabatan (GDJ), —demikian bunyinya, dapat dipindahkan antarsatuan pendidikan, antarjenjang, dan antarjenis pendidikan, antar kabupaten/kota atau antar provinsi. Pemindahan guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada bidang tugas yang baru didasarkan pada latar belakang sertifikasi atau kualifikasi akademik yang dimilikinya (Pasal 2).

Perhatikan, dasar pemindahan yang utama dan pertama adalah sertifikasi, baru pilihan yang kedua, kualifikasi akademik (ijazah). Kata “atau” dalam hukum berarti memilih salah satu. Beda dengan kata “dan/atau” yang artinya bisa salah satu atau kedua-duanya.

Kelima. Guru yang dipindahkan pada bidang tugas yang sesuai dengan latar belakang kualifikasi akademik tetapi tidak sesuai dengan latar belakang sertifikat pendidiknya wajib mengikuti sertifikasi sesuai dengan bidang tugas baru yang diampunya (Pasal 2: ayat 3). Tidak disuruh kuliah S-1 apalagi S-2 lagi menyesuaikan kualifikasi akademiknya dengan sertifikat, tapi terbalik, cukup mengikuti sertifikasi lagi yang sesuai dengan bidang tugasnya.

Keenam. Guru yang dipindahkan pada bidang tugas yang tidak sesuai dengan sertifikat yang dimiliki tetapi mengampu beban kerja paling sedikit 24 jam tatap muka perminggu berhak mendapat tunjangan profesi untuk selama jangka waktu dua tahun sejak pindah tugas mengajar pada bidang tugas yang baru (yang tidak sesuai dengan sertifikasi) (Pasal 5). Apakah pasal ini bisa diartikan bahwa Guru SD yang berijazah tidak sesuai dengan sertifikat profesinya hanya diberi TPP selama dua tahun? Tidak. Dengan melihat pasal-pasal yang lain, maka pemaknaan seperti itu terputus logikanya.

Fakta di Lapangan

Dan, dari itu semua, bahwa guru ex SPG yang ber-S-1 Kependidikan non-PGSD, memiliki fakta sebagai berikut:

1). berbidang tugas sebagai Guru Kelas SD;

2). berkualifikasi akademik SPG yang notabene berbasis Guru Kelas SD yang “truly-asli” dan ber-S-1 Kependidikan yang terbukti oleh praktek hukum sebagai ijazah yang relevan —yakni diterima sebagai syarat sertifikasi dan unsur utama yang diakui relevan dalam proses kenaikan pangkat;

3). bersertifikat pendidik yang juga berbidang tugas sebagai Guru Kelas SD, serta

4). semenjak Permendikbud No. 62 Tahun 2013 yang diundangkan yang notabene efektif mulai diberlakukan pada tanggal 30 Mei 2013, nyatanya hingga Desember 2014 ini TPP mereka tetap dibayarkan, maka sesungguhnyalah dalam konstelasi Permendikbud tersebut tidak ada masalah bagi mereka.

Jikapun ada yang “menakuti-nakuti” dengan analisa dan tafsir miring dari siapa saja, barangkali itu hanyalah salah persepsi. Atau, setidaknya berbeda persepsi.

OLEH: KHOERI ABDUL MUID

BANJIR


BANJIR
Salah satu kenampakan alam Indonesia, yaitu aliran sungai-sungai besar, yaitu Sungai Kapuas, Sungai Musi, Sungai Ciliwung, dan Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, negaraindonesia rawan akan bencana banjir. Setiap musim penghujan, beberapa daerah di Indonesia pasti dilanda banjir. Salah satu daerah yang sering dilanda banjir adalah Provinsi DKI Jakarta.
Banjir menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang menjadi korban. Kerugian akibat banjir, antara lain harta benda hanyut terseret arus banjir, persediaan air bersih berkurang, timbul penyakit kulit akibat air yang kotor, jalanan macet akibat terendam banjir. Setelah air surut, lingkungan akan menjadi kotor. Oleh karena banjir membawa sampah. Akibatnya, wabah penyakit seperti demam berdarah dan diare mudah menyerang warga.
Banjir bisa disebabkan karena faktor alam , tapi bisa juga disebabkan oleh perilaku manusia. Faktor alam yang menyebabkan banjir, yaitu curah hujan yang sangat tinggi. Hal itu menyebabkan sungai tidak mampu menampung air hujan. Akibatnya, air sungai meluap dan terjadi banjir.
Banjir yang terjadi di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia. Perilaku manusia yang dapat menyebabkan banjir, yaitu membuang sampah di sungai. Selain itu, menebang hutan secara liar menyebabkan hilangnya serapan air. Hutan berfungsi sebagai daerah resapan air. Apabila pohon-pohon ditebang secara liar, hutan akan menjadi gundul. Dengan demikian, hutan tidak bisa berfungsi sebagai daerah resapan air. Akibatnya, saat musim penghujan air langsung mengalir ke daerah yang lebih rendah. Oleh karenanya terjadilah banjir.

Jadi, bencana banjir sebenarnya bisa dicegah dan ditanggulangi. Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi banjir, yaitu
a. Tidak membuang sampah di sungai.
b. Tidak menebang pohon di hutan secara liar.
c. Melakukan reboisasi atau penanaman kembali.
d. Membuat daerah-daerah serapan air.
e. Membuat dam atau banjir kanal.
f. Saat musim kemarau dilakukan pengerukan sungai. Dengan demikian, saat musim penghujan sungai dapat menampung air lebih banyak.
Apabila daerah tempat tinggal kita dilanda banjir, hal-hal yang dapat kita lakukan adalah:
a. Carilah tempat yang lebih tinggi, misalnya loteng rumah. Pindahlah ke lantai paling atas jika rumah bertingkat.
b. Pindahkan surat dan barang-barang berharga ke tempat yang aman.
c. Apabila ketinggian air belum begitu tinggi, mengungsilah ke tempat yang lebih aman.
d. Apabila terjebak di air yang dalam, carilah pegangan supaya tidak tenggelam.
e. Apabila bisa berenang, segeralah berenang menuju ke tempat yang lebih aman.

video tutorial ukg online 2013


video tutorial ukg online 2013

%d blogger menyukai ini: